Cara Menerapkan Program Literasi Sekolah

Sekolah kini diwajibkan menggalakkan budaya literasi. Lebih spesifiknya mewajibkan warga sekolah membaca selama 15 menit setiap hari. Jadi bukan hanya siswa, tapi juga guru, kepala sekolah, staff, bahkan penjaga. terdapat di Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.

Penerapan kegiatan literasi sekolah. Cara ini terbilang sederhana, dan sangat sesuai diterapkan untuk siswa usia sekolah dasar. Simpel tapi efektif.

Trik-trik yang sederhana seperti ini perlu anda pilih jika anda merasa budaya literasi di sekolah selama ini lemah. Sangat memprihatinkan. Dan kita hanya perlu melatih satu hal ini: konsisten.

pustaka keliling

Langkah – langkah Penerapan Program Literasi Sekolah :

1. Buat jadwal kunjungan ke perpustakaan untuk tiap kelas. Contoh: hari Senin untuk kelas 1, hari Selasa untuk kelas 2, hari Rabu untuk kelas 3, dan seterusnya.
Pada hari itu, tiap kelas akan melakukan 3 aktivitas sekaligus: pinjam buku, mengembalikan buku, dan mengumpulkan resume.

2. Setelah jadwal tersusun, baru kita mulai program ini. Biar mudah, kita ambil contoh siswa kelas Tiga. Pada hari Rabu pertama, siswa kelas 3 harus meminjam satu buku di perpustakaan, saat jam istirahat. Buku tentang apa? Bebas. Sesuai passion siswa sendiri-sendiri.

Jika semua sudah mendapat, buku dikumpulkan jadi satu di dalam kelas. Letakkan di tempat tersendiri yang sudah disiapkan.

3. Hari berikutnya, yaitu Kamis, Jumat dan seterusnya, siswa bersama seluruh warga sekolah membaca buku selama 15 menit. Tepat pukul 07.00 sampai 07.15. Terapkan secara terus menerus sampai satu minggu. Hindari aktivitas lain selain membaca.

4. Pada hari Rabu berikutnya, berikan waktu lebih banyak pada siswa, misalnya 30 menit. Karena pada hari ini mereka harus membuat resume dari apa yang mereka baca selama 6 hari sebelumnya.

5. Saat jam istirahat tiba, siswa berkunjung ke perpustakaan. Tiga hal ini yang mereka lakukan: mengembalikan buku, mengumpulkan resume, sekaligus meminjam buku untuk bacaan hari berikutnya.

6. Begitu seterusnya.

Silahkan menyesuaikan format resume seperti apa yang terbaik. Usahakan itu sesuai dengan perkembangan usia siswa. Untuk kelas rendah, resume bisa hanya berupa unsur-unsur utama buku, seperti menuliskan judul, pengarang, dan jumlah halaman.

Sedangkan untuk kelas tinggi bisa lebih kompleks, yakni ringkasan isi buku disertai batasan minimal pengerjaan.

Itulah langkah-langkah menerapkan program literasi sekolah versi sangat sederhana. Meski demikian, kalau anda manerapkannya secara kontinyu dan terus menerus, lihatlah beberapa bulan ke depan anda akan melihat efek yang besar dari warga sekolah dalam hal perkembangan literasi.

Selamat mencoba…

#AyoMembaca #BukuPerpustakaanUmumKotaPekanbaru
#DispusipPekanbaru #Dispusip #Pekanbaru #AyoKePerpustakaan
#AyoJagaArsip #TertibArsip #perpustakaan #pustaka #pustakawan
#arsip#dokumen #library #librarian #book
#archive #history #bandarayamelayu#bandarserimelayu

#SalamLiterasi
#SalamSmart

BACA & PINJAM >>> GRATISSS

Yuuuk kunjungi,..
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
Jl. Dr. Sutomo No. 1 Pekanbaru.
Telpon : (0761) 859318
Email : bpadkotapekanbaru@gmail.com
Website : https://www.bpa.pekanbaru.go.id
Twitter : https://twitter.com/dpkpekanbaru
Facebook : https://www.facebook.com/DpkPekanbaru
Instagram : https://www.instagram.com/ipekanbaru.id

-SALAM SMART-

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :