Pendalaman materi aplikasi inlislite v3.1 dalam pengkatalogan berbasis RDA

Pendalaman materi aplikasi inlislite v3 yang diselenggarakan oleh perpustakaan nasional republik Indonesia mengundang seluruh provinsi beserta 1 kab/kota Se- Indonesia. Pekanbaru melalui kasi layanan otomasi dan kasi pengolahan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pendalaman materi inlislite ini dilakukan oleh perpusnas dalam rangka sosialisasi inlislite v3.1 yang terbaru dengan penambahan beberapa fitur dan menu di aplikasi inlislite sebelumnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, kepala perpustakaan Nasional RI bapak Syaribando menyebutkan bahwa perpustakaan harus terus berinovasi dan eksis di dunia digital. Karena perpustakaan adalah sumber peradaban. Untuk itu kita harus tetap eksis mendampingi perubahan teknologi yang ada. Selain itu, beliau juga menutupkan bahwa pustakawan juga memegang peranan penting dalam kemajuan sebuah perpustakaan,oleh sebab itu perpusnas mengusung slogan atau pustakawan bergerak dan tahun depan akan menjadi pustakawan berkarya.
Dalam kegiatan yang dilakukan selama 3 hari tersebut yaitu mulai dari tanggal 10 – 12 Juli 2018, peserta di ajarkan cara penggunaan inlislite v3.1 dalam hal pengkatalogan berbasis RDA yang sesuai dengan standard internasional saat ini.

PENDALAMAN MATERI APLIKASI INLISLITE V3.1 DALAM HAL PENGKATALOGAN BERBASIS RDA

PENDALAMAN MATERI APLIKASI INLISLITE V3.1 DALAM HAL PENGKATALOGAN BERBASIS RDA

Dunia perpustakaan memasuki era baru seiring diperkenalkannya RDA menjadi standar baru pengatalogan menggantikan peran AACR2. Proyek kolaborasi ini memperkenalkan konsep entity-relationship model untuk mengakomodasi kebutuhan dunia analog dan digital. Kemunculan RDA tidak lepas dari berbagai kontroversi dan perdebatan dikalangan pustakawan itu sendiri. Secara singkat, tulisan ini menjelaskan latar belakang, konsep, karakteristik, dan bagaimana RDA diimplementasikan. Beberapa terminologi RDA sengaja tidak diterjemahkan oleh penulis untuk menghindari kerancuan makna dan pengertian.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1978, AACR2 telah mengalami beberapa kali revisi. Konferensi internasional mengenai prinsip-prinsip dan pengembangan AACR2 di Toronto, Kanada tahun 1997 mengidentifikasi adanya permasalahan substansial yang tidak bisa diatasi hanya dengan melakukan berbagai revisi. Fakta tersebut mendorong Joint Steering Committee (JSC) melakukan penataan ulang secara fundamental untuk bisa merespon tantangan dan peluang dunia digital.
AACR2 terdiri bab-bab khusus yang mengatur standar pengatalogan untuk monograf, terbitan berseri, rekaman suara, gambar bergerak, dan lain sebagainya. Perbedaan jenis pustaka kini semakin bias seiring perkembangan teknologi informasi dan multimedia. Banyak terminologi AACR2 masih merefleksikan era katalog kartu, misalnya “heading”, “main entry”, dan “added entry”. Memodifikasi istilah sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dianggap belum cukup untuk menjadikan AACR2 relevan dengan dunia digital.
Pada tahun 2005, Joint Steering Committee for the Revision of AACR meninjau kembali revisi bagian pertama dari AACR3. Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, JSC menuangkan visinya melalui penyusunan standar pengatalogan baru yang berisi panduan dan instruksi untuk deskripsi dan akses materi digital maupun analog. Pemberian nama RDA – Resource Description and Access merefleksikan perubahan tersebut.
RDA, sebuah proyek kolaborasi. RDA dikembangkan oleh Joint Steering Committee (JSC) for Development of RDA yang merupakan representasi dari American Library Association, Australian Committee on Cataloguing, British Library, Canadia Committee on Cataloguing, Chartered Institute of Library and Information Professionals, dan Library of Congress. Sedangkan badan yang mensupervisi proyek pengembangan RDA secara keseluruhan adalah The Committee of Principals (CoP) yang terdiri dari institusi-institusi tersebut di atas plus Library and Archives Canada. Proyek ini juga melibatkan Co-Publishers, yakni American Library Association, Canadian Library Association, dan Chartered Institute of Library and Information Professionals yang bertugas memberikan dukungan untuk masalah finansial dan produksi.
Kemunculan RDA didorong oleh adanya fakta bahwa perpustakaan kini beroperasi dalam dunia digital dan berbasis web yang membuat hubungan antara pembuat metadata dan pengguna di luar perpustakaan menjadi semakin penting. Oleh karena itu, pengembangan RDA dilakukan secara kolaboratif dan melibatkan banyak pihak, antara lain, Dublin Core dan komunitas web semantik untuk membandingkan model konseptual dan standar yang digunakan, Library of Congress Network Development and MARC Standards Office untuk memastikan kompatibilitas RDA dengan MARC21, IFLA Cataloguing Section untuk menjamin harmonisasi RDA dengan standar pengatalogan internasional, dan komunitas penerbitan yang telah memiliki daftar terminologi alat berdasarkan standar ONIX yang digunakan untuk dunia penerbitan maupun perpustakaan. (Sumber : perpusnas.go.id)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru
Jl. Dr. Sutomo No. 1 Pekanbaru.
————————
Yuuuk kunjungi,..
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
Jl. Dr. Sutomo No. 1 Pekanbaru.
Telpon : (0761) 859318
Email : bpadkotapekanbaru@gmail.com
Website : https://www.bpa.pekanbaru.go.id
Twitter : https://www.twitter.com/DispusipPKU
Facebook : https://www.facebook.com/dispusip.pekanbaru
Instagram : https://www.instagram.com/dispusippku/
-SALAM SMART-

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :